Sabtu, 01 September 2012

Hal yang Ngebuat Stress

Tau ga sih, kita ini sejak dari lahir ke dunia ini sampai mungkin di akhir hayat kita, kita sudah hidup bersama kesalahpahaman. Itu mencakup hal apapun, siapapun, dan kapanpun. Pernah ga sih kalian dicap buruk orang lain padahal kita ga begitu ? atau memang kita buruk tapi setelah sadar kita berusaha berbuat baik untuk berubah namun masih dianggap buruk ? Sempat terpikir seandainya hidup ini serba instan dalam melakukan apapun, berpikir, dan berubah apapun layaknya mie instan. Sayangnya semua ada proses. Bahkan mie instan pun ada prosesnya !
Beginilah kalau sudah berbuat salah tanpa disengaja dan ga taunya kita sudah ngelakuin kesalahan besar. Jadi kesimpulannya ???
Do the best.Lakukan kebaikan apa yang mampu kita lakukan. Pahit itu pasti, sesak hati apalagi. Tapi yakin Allah Maha Tahu mana yang benar mana yang salah bagi umat-Nya.
(Curhat dan menasehati diri sendiri itu lebih baik untuk saat ini....)

Sabtu, 17 Maret 2012

Didikan Orang Tua terhadap Anak Menurutku

Didikan anak yang keras. Bisa dibilang bagus bisa dibilang buruk juga sih. Biasanya kebanyakan orang tua yang mendidik anaknya dengan keras alasannya adalah untuk menjadikan anaknya memiliki mental yang kuat dan tegar nantinya. Tapi tidak sedikit juga yang melakukannya sebagai kekerasan. Pola pikir orang tua dan langkah2 yang dilakukan dalam mendidik anak2nya biasanya dilihat dari latar belakang, kondisi, tingkah dan perilaku anak itu sendiri, dan pengalaman sekitar #menurut saya. ;)

Untuk aku sendiri, didikan orang tuaku tidak tergolong terlalu keras, tapi lumayan tegas. Terutama dari bapakku. Dimulai dari aku berumur 6 hingga 15 tahun, aku masih dididik dengan cara bapakku yang tergolong tegas. Latar belakang bapakku adalah dari keluarga yang sederhana, sejak kecil tinggal dengan adik ibunya(nenekku) dan sering tertekan sebagai resiko orang yang menumpang. Setelah tamat SMA, bapakku melanjutkan sekolah di STTD dengan didikan disana yang tergolong keras pada waktunya. Beda dengan Ibuku yang lembut tapi cerewet, judes, dan bisa keras kalau lagi marah2nya. -__-''

Aku masih ingat ketika pertama kali aku Sholat Jumat bareng bapakku. Ketika itu aku sering main2 di Masjid dengan teman2 sebaya disana. Dan tradisi anak2 sekarang ketika tahiyat akhir, mereka akan memasang posisi tersebut dengan serius setelah sebelumnya mereka berlari2 dan bermain dengan senangnya di dalam masjid. Begitu juga yang aku lakukan ketika itu. Setelah sholat selesai aku mulai dijewer bapakku. Sakit tidaknya, cukup aku sendiri yang merasakannya. :/
Ketika aku SD kelas 2. Waktu itu aku mendapat nilai 50 untuk latihan matematika. Aku masih ingat sekali waktu itu aku sembunyikan buku latihanku di balik tumpukkan genteng di sebelah rumah karena takut jika diperiksa orang tuaku mereka akan marah. Keesokan harinya, ketika aku pulang sekolah aku melihat orang tuaku sudah duduk di ruang tamu dan setelah itu aku dimarahi karena 2 hal, aku mendapat nilai kecil dan aku menyembunyikannya. Telapak tanganku pun dipukul dengan sisir. :(

Bapakku juga orangnya kalau sudah marah, omongan dia sering sekali nyakit alias nusuk banget tapi tegas dan masuk akal. Dia juga tidak segan2 untuk melakukan sesuatu kalau dia sudah marah dan kelewat kesal. Pernah ketika aku baru lulus SMP, ketika itu aku harus belajar untuk mengikuti ujian masuk SMA Negeri. Dan yang aku lakukan waktu itu sama seperti kebanyakan teman2ku yang lain, bermain dan santai. Aku setiap hari selalu bermain PS dan ibu bapakku selalu mewanti2 sebelumnya kalau aku mesti belajar untuk persiapan ujian masuk SMA. Aku tidak terlalu menghiraukannya. Mungkin ini awal dari petaka aku karena melawan mereka. Aku tidak lulus SMA Negeri. Pada posisi ini aku menjadi korban KKN di kala itu. Teman2ku yang malas belajar semua ada yang lulus SMA Negeri dengan sogokan ke guru2 disana. :@
Alhasil, PS kesayanganku dihancurka bapakku di depan aku sendiri dengan menggunakan martil. Di situlah aku mulai merasa kalau aku telah menyakiti perasaan orang tuaku terutama bapakku. Yang aku baru sadari juga adalah di kala itu seandainya aku belajar dengan tekun dan rajin serta berdoa, tidak ada yang tak mungkin. Tapi semua sudah terlambat.

Masih banyak lagi didikan dan nasihat bapakku yang lain yang tak bisa aku ceritakan satu2. Yang pasti, menurutku didikan bapakku seperti itu adalah benar. Aku dididik seperti itu karena aku anak pertama dari 4 bersaudara dan laki2 semata wayang. Aku harus memberi contoh yang baik kepada adik2ku yang semua perempuan. Aku tidak dimanja sejak kecil agar aku bisa mandiri dan lebih kuat menjalani hidup remaja dan dewasaku sekarang. Banyak keinginanku sejak kecil hingga sekarang yang belum diwujudkan mereka, itu karena agar aku tahu bagaimana susahnya mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan harus ada kerja keras untuk meraihnya.

Semua hal ada dampak negatifnya, termasuk aku sekarang..terkadang aku ingin sekali diperhatikan dan masih dirawat oleh orang tua tapi itu hampir mustahil lagi berhubung umurku yang sudah kepala 2 sekarang. Tapi sekarang aku pisah dari orang tuaku untuk melanjutkan kuliah dan ada banyak pengganti mereka seperti keluarga2 ku disini, teman2 dekat, dan tentu saja pacarku tersayang. Meski begitu, orang tuaku tak kan terganti terutama bapakku.
Terima kasih ibu, bapak..aku tidak menyesal dan aku bersyukur telah dididik kalian hingga saat ini .
:D

Teruntukkan untuk Bapak.


Kamis, 12 Januari 2012

pikiran malem jumat

dah lama nih ga nulis sesuatu..lama banget ! >.<
haiiiaaaahhh.......!!!!!!!!! baru mau nulis lagi udah galau duluan..............................................
ckckck

pernah terpikir sesuatu..

niat hati sudah baik, pikiran orang siapa yang tau..lebih baik berbuat baik tanpa diketahui orang laen..cukup Allah yang tau. walaupun perbuatan sudah salah di mata orang, biarin. kesal, tahan. pengen dikuak, percuma. lebih baik do not talk, do more kalau emang udah kepalang kesal. bersabarlah. niat emang udah baik dari awal jangan dicorengi dengan sesuatu yang malah menjadi bumerang sendiri.

bicara akan terasa sangat menjengkelkan apabila berubah menjadi sebuah tong kosong. itu juga "adeknya" bohong. banyak ngegombal, janji manis, permintaan, ajakan, niat, dan lainnya yang berujung jadi bualan. ngebuat orang lain ga percaya lagi. sudah susah payah membuktikan apa yang sudah terucap meski kemampuan dibatasi, orang hanya perlu bukti kan. hanya orang bego yang terus2an membual. semakin banyak bicara maka semakin ketahuan kedangkalan pengetahuannya. semakin dia diam, semakin baik untuk orang lain. bertindak lebih baik dong !

antara omongan dan perbuatan mesti sinkron. omongan tanpa perbuatan salah, perbuatan tanpa omongan salah juga kan. kalau sudah menjadi salah satu diantara kedua hal itu yang paling parah ya yang pertama. hal kedua cuma perlu pemikiran orang2 sekitar. semasukan sama yang bersangkutan apa ngga. kalau iya ya syukur, kalau ngga yaudah. lagi2 hanya berharap cuma Allah yang tau. jangan berharap orang lain tau. jangan tunjukkan. kalau emang udah kepepet, berusahalah buktikannya dengan perbuatan.

begitu banyaknya bualan yang udah aku lontarkan ke banyak orang, begitu masih sedikitnya pembuktian dari apa yang sudah aku katakan untuk orang lain.bahkan aku menulis ini pun apakah akan menjadi sesuatu yang percuma lagi atau akan menjadi suatu perubahan ? hanya perbuatan yang bisa menyelesaikan semuanya.

makasih buat Tamylov
kau telah buat aku terpikir akan sesuatu yang salah padaku selama ini. mungkin sedikit dari sekian banyak kesalahan2ku. I think you love me..very, very, very love me. not your talk, but your attitude. and I'm sure it ! ^_^

pengen denger lagu2 slow....insomnia nih, cuma pengen tidur. -____-




Sabtu, 01 Oktober 2011

Pahlawan nggak tau tempat part 2

....

aku menuju ke balkon lab yang ada di lantai paling atas gedung lab bengkel elektro lagi, dimana si dosen itu nungguin dan siap untuk menghajar aku habis2an.hhooo..Di bawah gedung teman2ku duduk dengan wajah yang bervariasi ekspresinya.Ada yang murung, nangis, sedih, kesal, bahkan marah pun ada.Mereka semua mendapatkan akibat dari apa yang udah aku lakukan.Aku kemudian menuju ke lantai paling atas dengan perasaan takut, deg2an, dan cemas.

Sesampai disana aku melihat dosenku itu sudah duduk di kursi di ujung ruangan teras dekat balkon.Kulihat tangannya yang mengepal keras seakan-akan begitu kesalnya padaku.Akhirnya aku dimarahin ama tuh dosen belagu !

Macam2 perkataan yang dilontarkan nya begitu bervariasi.Dia bilang aku sok lah, ga tau diri lah, ga setia kawan lah, ceroboh lah,dll...Tentu saja aku mendengarkannya dengan keringat yang mengucur deras.Cemas bok ! Terpikir di benakku menyesal dengan apa yang udah aku lakuin.Entah itu sebuah kebodohan atau kebenaran yang "tanggung".Setelah kejadian itu aku berpikir itu adalah kebodohanku.Aku menyesal, benar2 menyesal sepenuhnya.Aku menyesal baru tau ada kehidupan dengan rahasia2 konyol di kampus seperti itu.Aku menyesal udah mencemarkan nama baik kelas, menyesal udah mengecewakan teman2, menyesal mencoreng nama baik sendiri di hadapan dosen itu (walau ga penting).Terlebih lagi aku malu dengan teman2ku.Mereka sebenarnya tau niat aku itu baik cuma kelewat baik jadinya terlihat bego dan malah mencelakakan yang lain.Belum pantas aku disebut pahlawan melainkan hanya seorang pengacau, atau hanya kepahlawananku untuk menegakkan kebenaran dan keadilan (woooooooo) belum cukup berani ?

Semenjak saat itu aku nggak akan mau lagi jadi orang yang terlalu "nyenyes" untuk ruang lingkup kampus beserta rahasia2 konyolnya.Terlebih lagi aku tidak pernah percaya lagi dengan perlindungan pimpinan di kampus kepada mahasiswa2nya.Untuk urusan gini aja dengan sampel korban yaitu aku, malah ngerasa dibohongi.Omongan pimpinan itu emang semuanya tong kosong.Dosen itu layaknya jadi seperti senior dengan pasal2 sampahnya !
Aku egois, kurangajar, keterlaluan, biarin !!!!!!!! :@
Aku kesal dengan semua itu...Aku ngga habis pikir.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dengan semua itu.Aku sudah bisa menjalani konsekuensi yang telah aku lakuin.Teman2ku pun sudah tidak mempermasalahkan itu lagi.Dan pada akhirnya dosen itu membenci aku dan sepertinya dendam, tapi semua itu sudah jadi ingatan yang paling berkesan.

Pacchiki

Jumat, 23 September 2011

Pahlawan nggak tau tempat part 1

haaaahh...akhirnya aku liat pacarku senyum tadi..senengnya ^_^
kemaren abis ribut sih sampe seminggu.. :)
Gara2 siapa coba ? ya gara2 akulah !!! -__-''

Alright, ganti topik !!
Aku pernah sekali ngerasain jadi orang yang ingin membela keadilan.Sok jadi pahlawan getoh !!
Itu aku rasain pas kuliah, pas masih semester 1 Jurusan teknik elektro prodi teknik telekomunikasi.Kebetulan aku ketua kelas.Waktu itu aku ga tau dengan adanya sistem2 atau aturan2 ga formal yang ada di kampus aku.Aku juga tau karena banyak diceritain kakak2 semester atas dari masa ke masa.Dari jaman ke jaman.Ga tau kalau di kampus kalian ya.

Ceritanya gini, banyak kakak semester atas yang bilang kalau dosen ini suka gini, dosen ini maunya gini, dosen ini ga suka gitu, dan lain2.Ada 1 dosen yang kami dikasih tau kalau dia mau ngadain perbaikan nilai itu dengan cara membeli.Memebeli apa? tentu saja membeli alat kebutuhan dosen tersebut.Itu kata kakak tingkat kami.Dan dosen itu mengajar salah satu mata kuliah kami.Untuk nama dosen dan mata kuliahnya ga aku sebut.

Pernah pkoknya pas lagi hari2 sesudah UAS.Biasanya mahasiswa nyari2 dosen untuk minta perbaikan bagi yang ngerasa nilainya bakal anjlok.Kalau aku waktu itu sih ga.Bukan karena aku pinter, tapi pas waktu itu aku lagi kepikiran mau nembak cewek dan mau nyiap2in surprise.Cewek nya itu ya pacarku sekarang.Ada teman2ku yang nilainya pada kecil ngadep rame2 untuk minta perbaikan.Aku liatin dari luar ruangan.Kayaknya tertutup banget, ga kedengeran suara sama sekali.Cuma keliatan ekspresi2 teman2ku yang keliatannya kayak berdiskusi tapi wajahnya banyak yang linglung, bingung, dan mengkerut.Setelah itu mereka keluar.Aku samperin mereka, aku tanyain.Salah 1 temanku bilang gni, mereka disuruh beli alat yang sesuai dengan mata kuliah kami.Dia bilang alat itu harganya mahal di pasaran.Itu juga untuk mendapatkan nilai B bukan A.Aku kaget dengernya.Terpikir di benakku, "wah dosen ini bahaya".Aku jadi ngerasa kesal aja, ga nyangka ada dosen kayak gitu.

Selang 3 hari kemudian, jurusan kami mengadakan penulisan angket bagi kinerja dosen.Ketua kelas masing2 kelas dan prodi disuruh hadir dan mengisi angket.Isi angket nya itu kita disuruh nulis apakah ada salah satu dosen atau banyak dosen yang memberikan ujian perbaikan dengan cara membeli nilai atau diganti membeli barang lain yang tidak sesuai dengan konteks perkuliahan.Aku berpikir "jelas ada..itu dosen kami.."
Tapi aku takut mau nulis nama dosen kami di angket itu.Tapi dengan janji dari sekretaris jurusan ga akan menyebarluaskan angket ini dan akan menjamin kerahasiannya, dan rasa peduli aku karena kasihan ngeliat teman2ku yang ikut susulan sampe ngabisin uang banyak cuma untuk dapetin nilai B, akhirnya aku tulis nama dosen itu.Padahal sebelum aku masuk ke ruangan itu, ada salah satu temanku yang ngasih tau kalau itu soal angket dosen, mending jangan dikasih tau.Bahaya katanya.Aku masih bingung aja mau gimana.Setelah dikumpul semua angket itu aku masih was2 takut apa yang bakal terjadi ntar.Temanku yang ngasih tau tadi nyamperin aku.Dia tanya apa aku tulsi nama dosen kami itu apa ngga.Aku jawab iya.Aku ngerasa kebenaran harus ditegakkan.Lagipula pernyataan aku dijamin aman karena terjaga kerahasiaannya.

Baru aja turun tangga, udah ada pemberitahuan kalau seluruh kelas prodi telekomunikasi semester 1 dipanggil dosen anu di anu karena penting.Ada temanku dari kelas laen bilang kalau wajah dosen itu garang.Kayaknya marah.Mampus dah !!! Aku mulai takut.Tapi aku berpikir mending diem aja ntar pura2 ga tau.Singkat cerita giliran kelas kami yang ngadep.Aku liat bener dosen kami itu, wajahnya serem bener.Dia bilang ke kami sekelas kalau dia dapat kabar dari jurusan, siapa yang bilang kalau dia ngadain susulan dengan cara beli2 alat.Siapa yang nulis angket kayak gitu.Sekelas kami kaget dan pada bingung.Aku sendiri takutnya bukan main.Dia paksa kami untuk ngaku kalau ngga kami sekelas dikasih nilai D untuk mata kuliah dia.Tentu aja teman2ku pada ketakutan dan pada saling bilang untuk ngaku.Aku takut dan bingung tingkat tinggi waktu itu.Keringat nyaris deras.Dan pada akhirnya aku mengangkat tangan.Mengaku kalau aku yang nulsi angket itu.Semua temen2ku pada kaget.Ada yang syok juga kali ya.Mungkin dosen itu juga kaget.Terus dia nyuruh aku untuk ngubah angket itu.Aku langsung jalan cepat menuju jurusan untuk nulis angket yang baru.Sepanjang jalan aku berpikir, perasaan baru sebentar aku nulis angket kok dia bisa tau ya? kan dia ga ada di situ pas penulisan angket.Apa ada yang ngasih tau.Tapi dia bilang tadi dapat kabar itu dari jurusan.Sejak itu aku ga percaya lagi dengan dosen2 di jurusan ataupun lembaga yang katanya melindungi penuh mahasiswa.Nyatanya yang ginian aja masih ga bisa ditutupin.Mana janjinya yang bilang kerahasiaannya akan terjaga ? Bastard tau ga sih !!

Pada akhirnya aku ganti angket itu dengan isi kalau ngga ada dosen yang melakukan hal demikian.Shit lah ! Serasa digoblokin aku.

Bersambung....

Pacchiki.
 

Kamis, 22 September 2011

First

Nih bener entri pertama aku.haha...!!
Alright..tentang apa ya ? apa yang mau aku share ?
tentang cinta, kuliah, pribadi, kehidupan di rumah..semua udah ga pernah lagi aku ceritain ke orang2 sejak sebulan lalu.Udah males kalau aku cerita2 trus ga sampe sebulan udh nyebar kemana2, udah langsung berubah konteks..-_-''
Untuk masalah cinta, apalagi coba selain ngejalanin hubungan dengan pacarku dan masalah2 yang kami hadapi..walaupun aku cerita sama orang laen misalnya tentang hubungan kami yang lagi ribut2nya, itu juga percuma.Toh pada akhirnya masih aku sendiri yang harus nyelesaiin nya.Aku juga mesti berusaha untuk menjaga hubungan ini biar langgeng juga.Aku mencintainya. "Ki love Ta"

Tentang kuliah, paling2 ga jauh2 dari ngegosipin dosen, temen kuliah yang punya sifat2 aneh, atau ngebahas mata kuliah yang serem abis.Dengan mulutku yang suka ceplas ceplos dan dengan respon suara keras dijamin ga bakal aman.

Tentang pribadi, yaah..ga akan habis2nya menceritakan aib2 yang aku alami dengan harapan semoga orang2 yang aku sayangi ga akan merasakan apa yang kurasakan.Bagi orang yang membuat aku seperti ini.Ingatlah KARMA.."FUCK YOUR SELF !"

Kehidupanku di rumah, posisi aku sekarang lagi "numpang idup" tempat om.Adeknya bapakku.Suka duka jelas ada.Kalau masalah ini, aku masih ingat pesan dari pacarku di kartu ucapan yang dia buat sendiri pas aku ultah yang ke-20."....jangan sedih dan ngeluh kalau orang rumah tuut 'sensor' lagi marah T_T...". Inti pesan itu pacarku pingin aku jadi lelaki yang kuat, sabar, dan tabah.Aku hargai itu dan aku ga bakal ngeluh lagi.Aku yakin aku bisa jalanin ini.Cerita sama sodara2 yang laen percuma.Tradisi keluargaku terutama untuk regional sini itu kalau lagi ketemu pasti langsung cerita2 entah ngegosip atau apalah.Aku jadi males mau cerita lagi.toh malah jadi omongan.

Maka dari itu, kayaknya mending disini aja aku memulai.
Memulai sharing pengalamanku dengan kalian, orang2 yang mungkin aku kenal atau bahkan tidak kenal sama sekali.Kayaknya juga seluruh keluargaku kayaknya ga ada yang pake blog..paling cuma adekku doang.hehehe...

Salam...
Pacchiki

<3 My love, Tamylov..Ki love Ta <3