Sabtu, 01 Oktober 2011

Pahlawan nggak tau tempat part 2

....

aku menuju ke balkon lab yang ada di lantai paling atas gedung lab bengkel elektro lagi, dimana si dosen itu nungguin dan siap untuk menghajar aku habis2an.hhooo..Di bawah gedung teman2ku duduk dengan wajah yang bervariasi ekspresinya.Ada yang murung, nangis, sedih, kesal, bahkan marah pun ada.Mereka semua mendapatkan akibat dari apa yang udah aku lakukan.Aku kemudian menuju ke lantai paling atas dengan perasaan takut, deg2an, dan cemas.

Sesampai disana aku melihat dosenku itu sudah duduk di kursi di ujung ruangan teras dekat balkon.Kulihat tangannya yang mengepal keras seakan-akan begitu kesalnya padaku.Akhirnya aku dimarahin ama tuh dosen belagu !

Macam2 perkataan yang dilontarkan nya begitu bervariasi.Dia bilang aku sok lah, ga tau diri lah, ga setia kawan lah, ceroboh lah,dll...Tentu saja aku mendengarkannya dengan keringat yang mengucur deras.Cemas bok ! Terpikir di benakku menyesal dengan apa yang udah aku lakuin.Entah itu sebuah kebodohan atau kebenaran yang "tanggung".Setelah kejadian itu aku berpikir itu adalah kebodohanku.Aku menyesal, benar2 menyesal sepenuhnya.Aku menyesal baru tau ada kehidupan dengan rahasia2 konyol di kampus seperti itu.Aku menyesal udah mencemarkan nama baik kelas, menyesal udah mengecewakan teman2, menyesal mencoreng nama baik sendiri di hadapan dosen itu (walau ga penting).Terlebih lagi aku malu dengan teman2ku.Mereka sebenarnya tau niat aku itu baik cuma kelewat baik jadinya terlihat bego dan malah mencelakakan yang lain.Belum pantas aku disebut pahlawan melainkan hanya seorang pengacau, atau hanya kepahlawananku untuk menegakkan kebenaran dan keadilan (woooooooo) belum cukup berani ?

Semenjak saat itu aku nggak akan mau lagi jadi orang yang terlalu "nyenyes" untuk ruang lingkup kampus beserta rahasia2 konyolnya.Terlebih lagi aku tidak pernah percaya lagi dengan perlindungan pimpinan di kampus kepada mahasiswa2nya.Untuk urusan gini aja dengan sampel korban yaitu aku, malah ngerasa dibohongi.Omongan pimpinan itu emang semuanya tong kosong.Dosen itu layaknya jadi seperti senior dengan pasal2 sampahnya !
Aku egois, kurangajar, keterlaluan, biarin !!!!!!!! :@
Aku kesal dengan semua itu...Aku ngga habis pikir.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dengan semua itu.Aku sudah bisa menjalani konsekuensi yang telah aku lakuin.Teman2ku pun sudah tidak mempermasalahkan itu lagi.Dan pada akhirnya dosen itu membenci aku dan sepertinya dendam, tapi semua itu sudah jadi ingatan yang paling berkesan.

Pacchiki